Berlalulah waktu meninggalkan setiap detik yang tersisa, meninggalkan setiap memory yang tersimpan, meninggalkan setiap isak tangis, meninggalkan setiap senyum yang merekah, meninggalkan langkah-langkah yang terus berharap akan kehadirannya. Kusebut ia waktu, dan tak akan pernah kembali.
yah.. dirimu masih disana, di jurang pengkhianatanmu sebagai hamba, itukah pilihanmu? jatuh? jika hal itu terbesit dalam fikirmu, maka kembalilah.. kembalilah saudaraku! ulurkan tanganmu! aku akan memegangimu dengan segenap kekuatan yang kumiliki. Kembalilah menuju jembatan penghambaanmu. Tak inginkah kau menempuh jalan ini bersamaku, jalan yang sulit namun telah dimudahkan bagi jiwa-jiwa yang tulus melewatinya, jalan menguras setiap rasa yang kau miliki, namun menghadirkan berjuta rasa indah saat terus berjalan diatasnya?. Tak dapatkah kau bertahan, sejenak saja, biarkan jiwamu menyelami lautan iman dan kau akan terus ingin menyelaminya, merasakan kenikmatan dalam alunan indah pengharapanmu, dan itu ada pada pilihan atas kehendak-Nya.
Kembalilah sahabatku..
Kuharap aku akan bertemu denganmu dijalan ini..
Suatu saat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar