Rabu, 07 Januari 2015

Memilih sesuatu yang sejatinya tak ingin kita pilih..

Hujan kembali membungkus langit, sedang roda kendara kembali membawaku pulang. Pedal gas dan rem terus kumainkan sedari hanya itu yang kulakukan untuk bisa mengantarkanku pulang ke rumah. Tak seperti hari-hari sebelumnya, saat di perjalanan pulang diatas motor, mungkin aku akan merangkai imajinasiku, atau berpikir tentang angan dan masa depan. hari ini sungguh berbeda, langit seolah menggambarkan perasaanku yang tak menentu.Harus memilih itu tak adil!, sejenak itulah yang kulafadzkan, seolah kalimat itu adalah apa yang sedari tadi kurangkai dalam pikirku.
.
Di hadapkan dengan banyak pilihan mungkin terlalu memusingkan, namun harus memilih satu diantara dua pilihan mungkin akan lebih rumit.
Sejatinya aku juga ingin membersemai masa mudaku dengan ilmu yang selalu kurindukan kemanisannya, namun tak ada yang dapat mengingkari bahwa ridho Allah ada pada ridho kedua orangtua kita, juga tak dapat kupingkiri akan banyak hal yang mengaharuskanku tetap disini, di tempat ini, bersama orang-orang yang terlalu amat kucintai. Dzalim rasanya jika langkah ini beranjak jauh meninggalkan mereka.

ALLAH!
satu diantara dua pilihan itu mengaharuskanku memilih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar