Berbahagialah, karena kau masih bisa menanti.
Berbahagialah, karena masih ada yang kau nanti.
Dan menengoklah sejenak, pada jiwa-jiwa di sebrang sana. Yang tak lagi tahu apakah esok dia masih akan membuka mata.
Penantian yang berujung berita bahwa lelakinya tak lagi akan pulang.
Bersyukurlah, harapmu masih terwujud, untuk melihat tendangan bayi mungil di rahimmu.
Sewaktu dengan itu, di sebrang sana, jauh sekali. Ada seorang ibu yang bahkan tak pernah dapat melihat bayinya. Berlari kesana kemari mencari tempat persembunyian, dengan setitik harapan bahwa esok dia masih akan merasakan detak jantungnya...
Berbahagialah, karena masih ada yang kau nanti.
Dan menengoklah sejenak, pada jiwa-jiwa di sebrang sana. Yang tak lagi tahu apakah esok dia masih akan membuka mata.
Penantian yang berujung berita bahwa lelakinya tak lagi akan pulang.
Bersyukurlah, harapmu masih terwujud, untuk melihat tendangan bayi mungil di rahimmu.
Sewaktu dengan itu, di sebrang sana, jauh sekali. Ada seorang ibu yang bahkan tak pernah dapat melihat bayinya. Berlari kesana kemari mencari tempat persembunyian, dengan setitik harapan bahwa esok dia masih akan merasakan detak jantungnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar