Aku sudah lupa kapan terakhir kali aku mencatat tanggal kepulangan.
Yang aku ingat, adalah kau tak akan pergi jauh lagi, begitu katamu.
Inikah hari yang selalu kita nanti? Tak ada tanggal yang dilingkari untuk kebersamaanmu denganku, tak ada koper yang dibiarkan tegak disudut kamar, untuk hanya soal waktu rodanya akan menggelinding lagi bersama langkahmu, tak ada air mata yang tertahan untuk saling melepas pergi.
Betapa aku selalu ingat setiap detik hari hari itu, untuk menelponmu berjam jam hanya untuk mendengarku menangis, juga terkadang hanya untuk diam, cukup mendengar suaramu, sampai aku terbangun kemudian tersadar bahwa panggilan sudah diakhiri sebab kuota tidak mencukupi.
Kau ingat? Aku pernah cemburu karena kau menyiapkan minuman buka puasa bersama temanmu, sedangkan aku tak pernah memasak untuk sajian buka puasamu.
Hari ini, kita bisa mengukir senyum untuk hari-hari itu, juga bahkan menertawakan diri kita untuk banyak kekonyolan yang berlalu, yah apalagi kalau bukan kekonyolan namanya, saat suatu waktu aku ngambek tapi menelponmu karena rindu, aku bilang setelah berbicara beberapa menit aku akan kembali ngambek, dan yang lebih konyolnya lagi adalah kau mengiyakannya.
Abi, begitu farhaanah menyebutmu.
Terimakasih untuk 3 tahun ini, bukan untuk banyak kelebihan, tapi untuk setiap kekurangan yang dengannya aku belajar menjadi lebih baik. Tidak egois dan menjadi sedikit lebih penyabar.
Terimakasih untuk selalu setia mendengarkan.
Terimakasih untuk sekedar tertawa dengan ceritaku yang kebanyakannya tak penting itu. Terimakasih untuk selalu tepat waktu menjemputku.
Dan Terimakasih untuk mencintaiku dengan caramu.
23.30 dalam perjalanan pulang bersamamu..
Abi, kalau ada suatu kondisi yang mengharuskan kita LDR lagi, kakak bisa kan? Tanyaku.
"Ga" jawabmu singkat.
"Kenapa? Apa alasannya?"
"Ga ada alasannya"
"Kok ga ada?, pasti ada dong"
"Alasan terkuat adalah justru saat kita ga lagi punya alasan"
Dan juga terimakasih untuk jawaban itu, yang akan selalu kusimpan dalam suatu tempat dihatiku bernama "Janji".
-Reyhana Muhammad Ikhwan, tukang ngambek dalam hidupmu, yang selalu mencintaimu.-
Yang aku ingat, adalah kau tak akan pergi jauh lagi, begitu katamu.
Inikah hari yang selalu kita nanti? Tak ada tanggal yang dilingkari untuk kebersamaanmu denganku, tak ada koper yang dibiarkan tegak disudut kamar, untuk hanya soal waktu rodanya akan menggelinding lagi bersama langkahmu, tak ada air mata yang tertahan untuk saling melepas pergi.
Betapa aku selalu ingat setiap detik hari hari itu, untuk menelponmu berjam jam hanya untuk mendengarku menangis, juga terkadang hanya untuk diam, cukup mendengar suaramu, sampai aku terbangun kemudian tersadar bahwa panggilan sudah diakhiri sebab kuota tidak mencukupi.
Kau ingat? Aku pernah cemburu karena kau menyiapkan minuman buka puasa bersama temanmu, sedangkan aku tak pernah memasak untuk sajian buka puasamu.
Hari ini, kita bisa mengukir senyum untuk hari-hari itu, juga bahkan menertawakan diri kita untuk banyak kekonyolan yang berlalu, yah apalagi kalau bukan kekonyolan namanya, saat suatu waktu aku ngambek tapi menelponmu karena rindu, aku bilang setelah berbicara beberapa menit aku akan kembali ngambek, dan yang lebih konyolnya lagi adalah kau mengiyakannya.
Abi, begitu farhaanah menyebutmu.
Terimakasih untuk 3 tahun ini, bukan untuk banyak kelebihan, tapi untuk setiap kekurangan yang dengannya aku belajar menjadi lebih baik. Tidak egois dan menjadi sedikit lebih penyabar.
Terimakasih untuk selalu setia mendengarkan.
Terimakasih untuk sekedar tertawa dengan ceritaku yang kebanyakannya tak penting itu. Terimakasih untuk selalu tepat waktu menjemputku.
Dan Terimakasih untuk mencintaiku dengan caramu.
23.30 dalam perjalanan pulang bersamamu..
Abi, kalau ada suatu kondisi yang mengharuskan kita LDR lagi, kakak bisa kan? Tanyaku.
"Ga" jawabmu singkat.
"Kenapa? Apa alasannya?"
"Ga ada alasannya"
"Kok ga ada?, pasti ada dong"
"Alasan terkuat adalah justru saat kita ga lagi punya alasan"
Dan juga terimakasih untuk jawaban itu, yang akan selalu kusimpan dalam suatu tempat dihatiku bernama "Janji".
-Reyhana Muhammad Ikhwan, tukang ngambek dalam hidupmu, yang selalu mencintaimu.-
asik kalah bermain poker???
BalasHapusKlik =====> winning303.fun/poker
coba keberuntungan anda bersama kami
Ayo Segera Daftar Akun Bermain Anda..Gratiss..
Klik >>>>>>> Daftar Winning303
Hubungi Segera:
WA: 087785425244
Cs 24 Jam Online
Punya E-Money atau Pulsa ?.
BalasHapusblm punya akun poker?
Mari join bersama kami di Donaco Poker
proses cepat,mudah & aman
Hubungi Kami Secepatnya Di :
WHATSAPP : +6281333555662
Dapatkan Double Bonus dari Donaco Poker Setiap Hari!!
BalasHapusMau Tau Caranya??? Ayo Daftar..!!.atau Hubungi Kami Segera......
WHATSAPP : +6281333555662
👍
BalasHapus