عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Dulu saya selalu bertanya kenapa?
Iya, karena didalam hati, ada sebuah rasa untuk seorang ibu yang tak akan pernah tergantikan dihati seorang anak.
Hari itu pengertian saya hanya sebatas itu saja.
Namun hari ini, ketika saya telah menjadi seorang ibu, akhirnya saya mengerti dengan sangat baik, mengapa ibumu, ibumu, ibumu, baru kemudian ayahmu.
Karena seorang ibu, tidak akan pernah rela buah hatinya tersakiti bahkan oleh secuil derita.
Karena rasa cinta dalam hati seorang ibu, lebih dari cinta yang dapat kau tela-ah
Hari ini, ketika saya memandang farhanah, bahkan saat ada rasa marah disebabkan letih itu tak akan pernah sebanding dari rasa cinta dan kasih sayang yang Allah titipkan di hati ini untuk farhanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar