Sampai saat dimana dunia memberi seutas rasa percaya..
Bahwa kau dapat begini dan begitu..
Bahwa kau dapat begini dan begitu..
Melakukan hal ini juga hal itu..
Bersama kebebasan yang sejatinya mengekang..
Bersama kebebasan yang sejatinya mengekang..
Sadar atau tidak
Kita terus melangkah, mengikuti apa kata mereka!
Kita terus melangkah, mengikuti apa kata mereka!
Kita, pemuda yang dulunya bersinar dengan kejayaan..
Kini..
Dengan bangga mendatangi keterpurukan, kemalangan, kenistaan.
Tak sadarkah kau akan hal itu?!
Kau! Iya kau!
Sang pengikut zaman, tidak lebih dari domba kecil yang siap dimangsa oleh serigala-serigala kelaparan!
Dengan bangga mendatangi keterpurukan, kemalangan, kenistaan.
Tak sadarkah kau akan hal itu?!
Kau! Iya kau!
Sang pengikut zaman, tidak lebih dari domba kecil yang siap dimangsa oleh serigala-serigala kelaparan!
Sadar atau tidak
Kita telah dibuat begitu haus akan pengakuan, dan pujian.
Kita telah dibuat begitu haus akan pengakuan, dan pujian.
Kau! Pemudi dengan tangan mengepal memilih mengebarkan bendera-bendera bertuliskan nama-nama para banci penyembah iblis.
Atau, di bagian yang lain, menikmati aliran nada-nada indah yang katanya penuh makna, namun sejatinya hanya menodai dan menyingkap hijabmu sebagai lambang pengkhianatanmu.
Mereka!, mereka para pedamba kematian akan generasi ini, hanyalah terus menyusun rencana, mengerahkan berbagai kemampuan untuk mewujudkan rencana-rencana nista itu.
Namun sebenar-benarnya..
Sadar ataupun tidak, dengan seulas senyum kerelaan, kita menjadikan rencana-rencana itu nyata, pada diri-diri kita sendiri.
Yah, menghancurkan, dan meremukkan generasi pemuda islam yang bercahaya..
Yah, menghancurkan, dan meremukkan generasi pemuda islam yang bercahaya..
Cahaya itu! Cahaya kejayaan! Cahaya kekhusyu'an dalam munajat berderai air mata meminta dan berharap pengampunan pada Rabb yang menciptakan siang dan malam..
Cahaya! Cahaya pemuda dan pemudi islam dalam kobaran semangat menuntut ilmu..
Cahaya! Cahaya keberanian para ulama', yang berani mengatakan tidak pada kemaksiatan dan kedzaliman,
Kemanakah ia pergi?
Kemanakah ia pergi?
Mungkinkah..
Kita meredupkan bahkan mematikannya..?
Kita meredupkan bahkan mematikannya..?
Jangan pernah mengatakan diri kita adalah korban!
Guliran waktu membuat kita sama-sama tahu bahwa sejatinya kitalah pelakunya.
Yah!
Pelaku yang memikul setitik cahaya..
Sebab kesalahan ini, kesalahan yang membuat kita berjalan dalam kegelapan oleh cahaya yang kita redupkan.
Pelaku yang memikul setitik cahaya..
Sebab kesalahan ini, kesalahan yang membuat kita berjalan dalam kegelapan oleh cahaya yang kita redupkan.
Karena penjaralah tempat para pelaku, maka penjarakanlah diri-diri kita dengan derai air mata dalam keheningan malam..
Memenjarakan diri kita dengan tangan-tangan yang menengadah ke langit, pada dzat yang maha perkasa, dan pengampun..
Memenjarakan diri kita dengan tangan-tangan yang menengadah ke langit, pada dzat yang maha perkasa, dan pengampun..
Penjarakanlah diri kita dengan kemanisan ilmu yang tak berujung..
Penjarakan diri kita dengan lisan yang tak henti memohon ampunan-Nya
Aku yakin cahaya itu masih ada saudariku..
Ia hanya redup, tapi ia tidak mati..
Ia hanya redup, tapi ia tidak mati..
Kita, para pelaku yang tengah dipenjara, dengan izin Allah! Akan kembali membuat cahaya itu kembali bersinar terang, ialah cahaya peradaban generasi muda kaum muslimin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar