Kamis, 02 Juli 2015

Heart

Selamat malam!
Kembali dengan jutaan rasa!

"Untuk rasa yang menembus dinding hati..
untuk yang membuatku merasakan denyut nadinya di detik malam..
untuk wajah yang terbayang saat menekan huruf demi huruf di touch ipad ini..
untuk suara yang terngiang memberi sekilas senyum di wajah"

Ini hanyalah lintasan cerita saat aku mengenalmu.

Cinta..

Lama saya tak menuliskan cerita ini, and yups!, malam ini adalah waktu yang tepat,
malam ke 12 ramadhan dengan sejuuuta keistimewaannya.

Dimulai...

Sore itu, hujan membungkus langit, menggambarkan setiap rasa yang kupunya ialah waktu di sore itu.
Hey, wake up rey! ini waktunya!. What?!, waktunya memandikan syatibi-_- oouuh sore yang indah,:( ini adalah waktu yang pas untuk memejamkan mata dan terlelap di bawah selimut hangat. Tapi, wajah unyu dengan isapan jempol terus memandangiku, menyapa dengan sura lembutnya.. "naaa", ooh! aku kenal suara ini, suara yang selalu berhasil memanah bagian hatiku. Okkey, okkey.. waktunya mandi tibiy! 

Hujan semakin deras, tibiy telah terbungkus selimut hangatnya, dan tentunya.. bersamaku.
Dering nada Whatsapp membuyarkan lamunanku menatap karunia Allah di hadapan mata, yang masih asyik memainkan jarinya. 

"Alhamdulillah, proses lamaran berjalan lancar, besok lusa aba dan ummi pulang in syaa Allah", disertai sebuah gambar.

Bagaimana rasanya?, I feel nothing, yeah! REALLY!.
Yup! hari itu adalah moment pelamaran saya, kenal? tidak pernah. Tau? tidak juga. Dengar tentang dia? sama sekali tidak. 
Semuanya berlalu begitu cepat, hingga tiba waktu malam, menatap cincin yang tersemat di jari manisku, saya pun masih terus meneguhkan hati. Bertanya tentang apakah dia benar-benar orang yang tepat?, namanya pun mungkin masih sangat asing di telingaku. Tapi, seperti kebiasaan saya yang sebelumnya, jangan dipikirkan sekarang.. nanti saja, toh juga belum akad, toh juga belum ini, toh juga belum itu.

Hingga tibalah saya benar-benar tersadar saat 1000 undangan tertata rapih di meja ruang tamu, gedung dan catering selesai di Booking. Tinggallah sebuah penantian akan hari itu.."My Wedding"..
Memutuskan untuk menikah di usia 15 tahun, tentu menimbulkan dukungan juga pertanyaan bagi sebagian yang lainnya, diantara pertanyaan yang tak asing bagi saya adalah, kenapa memutuskan menikah muda? mang udah siap? dapat orang mana?".. huuuft! ini hanya semacam putaran film yang hanya menunggu durasi saat dimana semua pertanyaan-pertanyaan manusia ini terjawab.

Okkey..
H-1, deg deg-an? "tidak" yeah! suer berjuta suer, saya malah masih sempat menjaili adik saya yang paling bungsu sampai berlingangan air mata.. wkwkk :p
Daaan,  suasana rumah dipenuhi keluarga yang berdatangan dari luar Kota Makassar, menyungging senyum di wajah saya, tak bisa melupakan malam bahagia itu. Berhubung malam itu, adalah malam terakhir saya ber status single. -_-
Dengan suasana yang ramai dan bahagia, saya memilih beristirahat, tau bahwa besok adalah hari yang melelahkan, di temani dua orang special :), saya memejamkan mata dengan sebuah kalimat "Allah, izinkan saya mencintainya untuk pertama kalinya".
Re..Re..wooy! 22 februari Ree...!! alarm dengan nada suara saya sendiri yang telah di set 1 bulan sebelum harinya tiba. -_-

Biru tua masih menjadi warna langit subuh hari itu, syukurlah.. saya tidak terlambat, tidak terlambat untuk sholat dan bergegas menggapai tangan ummi dan aba, memohon do'a mereka yang saya percaya tanpa diminta pun akan selalu terpanjatkan. (syukran ummi aba)
Jam 08.05 semuanya sudah siap, saya menatap lepas keluar jendela, deretan mobil siap mengantar kami menuju tempat gedung bersejarah. Tak terasa, saya menitikkan air mata, air mata apa ini? haru? bahagia? sedih? marah? bimbang? lucu? semuanya masih nano-nano..

Langit biru muda, saya masih terpaku menatap langit. Kak Aisyah, kakak Icha, kak Habibi.. inikah hari itu? hari yang terlalu samar dalam benakku 5 tahun yang lalu.. aah! andai kalian ada disini! tentu semuanya jaauh lebih membahagiakan, namun seperti inilah skenario yang Allah tetapkan bagi kita, skenario terindah itu selalu dan selamanya hanyalah milik Allah.

Tangan lembut menepuk pundakku yang masih terpaku di hadapan sebuah cermin.. "ayomi rey"
Benar!, dialah pengganti kak Aisyah, Achi, dan Bibi yang Allah berikan hari itu... kak Iffaaaah! aah.. kalemnya istri kakakku :) sedihku berubah jadi riang menatap senyum wanita ini.

Ummi masih saja sibuk mengarahkan orang-orang di lantai bawah, gaun putih membersemai hari indah itu, kain hitam membungkus sepenuhnya kepala dan wajahku. Di balik kain itu, aku bisa melihat wajah aba di luar pintu rumah, memberiku senyum, senyum pada kak Aisyah di singgsannya yang ku lihat 2 tahun yang lalu, hari ini senyum itu milikku. Dari seorang aba, yang teramat tau rasa ini.. 
Rasa seorang putri kecilnya yang masih ingin membeli sebuah barang sederhana dalam genggaman ayahnya, rasa seorang putri kecil yang kini sebentar lagi jadi seorang istri, istri dari seorang laki-laki yang kau berikan kepercayaanmu padanya untuk membimbingku aba.
Laki-laki yang Allah takdirkan untuknya, untuk putrimu dengan berjuta ulahnya selama ini.

Ada genggaman beri kekuatan, ada tangis nano-nano, ada tatapan penuh makna.. 
yah, akad itu terlaksana..! Allah sekali lagi memperlihatkan tanda-tanda kekuasaannya..
Subhanallah.

Hari itu, Do'a-do'a yang terpanjat mengangkasa, memberi setitik rasa indah dalam qalbu..
Dan hey! kau tahu! aku belum merasakan apa-apa "padanya" yang kini resmi jadi suamiku. Dering nada Whatsapp berbunyi sebelum "orang itu" memasuki ruangan, Laki-laki yang kini menjadi suamiku? *toeng.. 

"Biarkan rasamu mengalir tanpa paksaan, cinta tak sekejap hadir saat ijab terlafadzkan, namun ia butuh waktu untuk tumbuh, dan bermekaran pada waktunya" .

Sekali lagi, Whatsapp itu dari dia, dari seseorang yang selalu mengerti rasaku, trims :)

Menyematkan lingkar emas di jariku, di iringi tangis haru, dan sedikit percakapan tabu dengan "orang itu" *toenglagi. Dimana rasa deg deg-an itu? dimana rasa yang kunanti? rasanya jatuh cinta untuk pertama kalinya, mengapa ia tak kunjung hadir hujani jiwaku??... ouuuh reeey..! kau benar-benar makhluk aneh. -_-


.....

22 februari 2015 bukan hanya hari pernikahan seorang putri kaca (narsis), namun juga hari pertama saya merasakan denyut nadi yang baru, saat orang-orang terlelap, entah kesenangan apa yang hadir saat saya menggenggam lengannya dan merasakan denyut nadinya.

Tidak!, bukan begitu! saya belum merasakannya..

Hari berganti hari, dan berpisah pun menjadi salah satu moment diantara pergantian hari di bulan maret, yah.. saya di Indonesia, dan dia di Sudan.. (tempatnya) kenapa?, karena seperti itu (bahasa ap lg ini).

Tidak enak! itulah rasanya.. bagai sayur sup yang kelebihan garam.
Saya menyeka air mata yang menetes begitu saja, tanpa sedikitpun di perintahkan..
what? kenapa saya menangis?.. aah mungkin hanya karena saya ingin menangis (meski saya tahu menangis tanpa sebab itu tanda2 -maaf- gila).

Daaan...
Tak ada yang berbeda, saya menjalani hidup seperti biasa. Membersihkan rumah, mengajar, terima setoran, mengantar syifa sekolah, jalan-jalan seorang diri dengan scoopy yang selalu setia menemani.
Orang-orang bilang saya terlihat galau? ooh No! itu yang orang-orang bilang, sejatinya toh saya biasa-biasa saja..
Begini rasanya LDR-an? Aah, biasa, orang-orang saja mungkin yang terlalu lebay.

Hingga malam itu tiba, malam yang akan selalu lekat dalam benak saya..

Malam itu saya tertidur pulas, hingga terbagun di sepertiga malam, saya baru sadar! sadar akan banyak hal yang tidak saya sadari sejauh ini? yah, tak ada denyut itu, denyut nadinya!.


Seketika, rasa yang seakan menghantam setiap dinding hati, menembus setiap lapisannya.. *asik
Saya sadar kenapa saya menangis di bandara 14 hari yang lalu..
Kali ini isak itu tak lagi tertahankan.
Saya sadar kenapa saya menitikkan air mata di balik jendela 22 februari 2015.

Saya menagis sejadi-jadinya....
bergema di setiap sudut ruangan, menyisakan hening dan suara langit malam.

..
Benar, Allah mengabulkan Do'a saya malam itu!, bukan saya belum merasakannya. Tapi, saat itu dia masih bersembunyi di balik dinding hatiku..


Detik itu..

Satu persatu rasa yang kunantikan berguguran tumpahi jiwaku..
masuki setiap keindahaan dalam rasa..
tak ada lagi rasa nano-nano..

Yah! 
Resmi sudah saya "Jatuh Cinta"
cinta? dari mana kau tau?..

Entahlah.. 

29 Juni 2015
Reyhana Ikhwan
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar